0
Dikirim pada 22 Desember 2009 di Uncategories

Rasulullah SAW bersabda: "Qul inkuntum tuhib-bûnallâh fat tabi’ûnâ
yuh-bibkumullâh, "Apabila kalian cinta kepada Allah maka ikutilah aku
(Muhammad) kelak Allah akan cinta kepada kalian.".

Seandainya Rasulullah Saat Ini Ke Rumah Kita

Bayangkan apabila Rasulullah SAW dengan seijin Allah tiba-tiba muncul
mengetuk pintu rumah kita........
Beliau datang dengan tersenyum dan muka bersih di muka pintu rumah kita,
Apa yang akan kita lakukan ?
Mestinya kita akan sangat berbahagia, memeluk beliau erat-erat dan lantas
mempersilahkan beliau masuk ke ruang tamu kita.

Kemudian kita tentunya akan meminta dengan sangat agar Rasulullah SAW sudi
menginap beberapa hari di rumah kita

Beliau tentu tersenyum........

Tapi barangkali kita meminta pula Rasulullah SAW menunggu sebentar di depan
pintu
karena kita teringat koleksi CD atau cassette music dan DVD yang ada di
ruang tengah kita jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan dengan buku-buku Agama
yang kita miliki, dan kita tergesa-gesa memindahkan dahulu koleksi film dan musik tersebut ke
dalam.

Beliau tentu tetap tersenyum........

Atau barangkali kita teringat akan foto-foto dan lukisan yang tidak Islami
yang kita pajang di ruang tamu kita,
sehingga kita terpaksa juga memindahkannya ke belakang secara tergesa-gesa.
Barangkali kita akan memindahkan lafal Allah dan Muhammad yang ada di ruang
samping dan kita meletakkannya di ruang tamu.

Beliau tentu tersenyum.......

Bagaimana bila kemudian Rasulullah SAW bersedia menginap di rumah kita?
Barangkali kita teringat bahwa anak kita lebih hapal lagu-lagu Eminem, Kelly
Clarkson, Beyonce atau Peter Pan dan Ungu
daripada menghapal Sholawat kepada Rasulullah SAW.

Barangkali kita menjadi malu bahwa anak-anak kita tidak mengetahui
sedikitpun sejarah perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabat karena kita lupa dan lalai mengajari
anak-anak kita.

Beliau tentu tersenyum........

Barangkali kita menjadi malu bahwa anak kita tidak mengetahui satupun nama
keluarga Rasulullah, Fatimah Az Zahra, Hassan dan Hussein tetapi hapal di
luar kepala mengenai anggota keluarga Sinchan, Doraemon atau nama-nama selebitis kita di
infotainment.

Barangkali kita terpaksa harus menyulap satu kamar mandi menjadi ruang
Shalat.
Barangkali kita teringat bahwa di rumah kita tidak memiliki koleksi pakaian
muslim yang pantas untuk berhadapan kepada Rasulullah SAW.

Beliau tentu tersenyum........

Belum lagi koleksi buku-buku kita dan anak-anak kita.
Belum lagi koleksi CD, kaset kita dan anak-anak kita.
Kemana kita harus menyingkirkan semua koleksi tersebut demi menghormati
junjungan kita?

Barangkali kita menjadi malu diketahui junjungan kita bahwa kita tidak
pernah ke masjid meskipun azan berbunyi.

Beliau tentu tersenyum........

Barangkali kita menjadi malu karena pada saat maghrib keluarga kita malah
sibuk di depan TV. Barangkali kita menjadi malu karena kita menghabiskan
hampir seluruh waktu kita untuk mencari kesenangan duniawi.

Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita tidak pernah menjalankan
sholat sunnah.
Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita sangat jarang membaca Al
Qur’an.

Barangkali kita menjadi malu bahwa kita tidak mengenal tetangga-tetangga kita.

Beliau tentu tersenyum.......

Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah SAW menanyakan kepada kita
siapa nama tukang sampah yang setiap hari lewat di depan rumah kita.

Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah SAW bertanya tentang nama dan
alamat tukang penjaga masjid di kampung kita

Betapa senyum beliau masih ada di situ........

Bayangkan apabila Rasulullah SAW tiba-tiba muncul di depan rumah kita......
Apa yang akan kita lakukan?
Masihkah kita memeluk junjungan kita dan mempersilahkan beliau masuk dan
menginap di rumah kita?

Ataukah akhirnya dengan berat hati, kita akan menolak beliau berkunjung ke
rumah karena hal itu akan sangat membuat kita repot dan malu.

Maafkan kami ya Rasulullah.........

Masihkah beliau tersenyum ?

Senyum pilu, senyum sedih dan senyum getir........

Oh betapa memalukannya kehidupan kita saat ini di mata Rasulullah



Dikirim pada 22 Desember 2009 di Uncategories
comments powered by Disqus
Profile

Alloh menguji keikhlasan dlm kesendirian, Alloh mmbri kdwasaan ktika mslh brdtngn, Alloh mlatih ktgaran dlm ksakitan, Tetap Istiqomah sertakan Alloh dlm stiap langkah... Laa Tahzan.. Innalaha Ma’anaa... Al-Ashr 1-3 "My Spirit" More About me

Page
Categories
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 1.375.548 kali


connect with ABATASA